Author
Blog ini adalah ocehan dari Yasir Alkaf tentang film yang baru ditontonnya. Semoga bisa menjadi rujukan bagi kalian semua.
Movie Reviews by Yasir Alkaf
HANUNG Bramantyo sepertinya sedang beranjak menjadi sutradara film relijius. Seingat saya ada Ayat-Ayat Cinta, Perempuan Berkalung Sorban, dan terakhir Sang Pencerah, semuanya bertemakan religi. Salah? Tentu tidak karena kekuatan Hanung dalam membuat film religi, walaupun berbasis agama tertentu, bisa diterima oleh semua kalangan. Kedalaman cerita, pesan dan universalitas nilai agama serta kemampuan untuk menyajikan persoalan tanpa kesan menggurui menjadi poin plus Hanung yang bahkan membuat umat agama lain tak keberatan ikut menikmati film-filmnya.
Kali ini lewat Tanda Tanya (judul asli ‘?’, namun untuk lebih mudah untuk dituturkan saya tulis ‘Tanda Tanya’ -red) walaupun masih bertemakan religi, Hanung mulai naik tingkat lagi dengan tidak hanya memberikan kisah berbasis agama Islam saja. Ada 3 agama yang dituturkan disini: Islam, Kristen dan Kong Hu Chu. Dengan bertemakan toleransi kisah ini berceritakan tentang 3 keluarga yang berbeda di satu lingkungan di Semarang. Mereka adalah keluarga Tan Kat Sun (Hengky Sulaiman) yang Kong Hu Chu, keluarga Soleh (Reza Rahardian) dan Menuk (Revalina S. Temat) yang Islam serta Rika (Endhita) yang Katholik.

FANATISME supporter terkadang memang sangat absurd. Demi ‘membela’ kehormatan klub yang dicintai terkadang tindakan yang mereka lakukan sangat tidak masuk akal, termasuk dalam masalah asmara sekalipun. Ini yang coba diangkat oleh Andi Bachtiar. Menggunakan background konflik antar suporter Persija dan Persib serta kisah romansa tragis Romeo-Juliet karya William Shakespeare jadilah film berjudul Romeo-Juliet ini.
Adalah Rangga (Edo Borne), anggota The Jak/Jak-Mania (kelompok pendukung Persija Jakarta), yang menjalin ‘cinta terlarang’ dengan Desi (Sissy Priscillia), anggota Viking (kelompok pendukung Persib Bandung). Kebetulan Rangga anggota supporter garis keras Persija sementara Desi adalah keluarga Suporter Persib. Parman (Alex Komang) kakak Desi malah pimpinan Viking. Persija dan Persib adalah dua klub musuh bebuyutan di Liga Indonesia sehingga sangat terlarang supporter kedua klub itu berhubungan, apalagi menjalin cinta. Keduanya bertemu secara tidak sengaja, saat Rangga dkk menyerang bus supporter Persib. Banyak Viking yang terluka akibat serangan itu, termasuk kakak Desi yang lain (Epy Kusnandar) yang sampai harus mengalami cacat pendengaran permanen.
JALAN kaki 4000 mil (6400an km)? Siapa yang bisa? Ada dan nyata karena film ini diangkat dari memoir nyata mantan tentara Polandia. Mereka yang tangguh itu adalah para tahanan Soviet di Siberia yang tanpa rencana matang melarikan diri dari penjara menuju negara yang lepas dari cengkeraman diktator Stalin. Dari Siberia yang bersalju berlanjut melintasi Gurun Gobi yang kering sampai melintasi Pegunungan Himalaya semua dilakukan dengan jalan kaki. Dari Siberia berakhir di India, sebuah perjalanan yang amat sangat luar bisaa jauh dan melelahkan tentunya. Sebagai bahan perbandingan untuk mengira-ngira seberapa jauh perjalanan itu, jarak Sabang-Merauke ujung timur dan barat Indonesia itu baru 5000an km. Jadi silahkan bayangkan sendiri bagaimana perjalanan 6400 km alias 4000 mil ini.
Adalah Janusz tentara Polandia yang oleh Soviet dituduh menjadi mata-mata Nazi. Perang yang terjadi sebenarnya antara Jerman dan Polandia. Namun karena Polandia dikuasai Soviet, pasukan Soviet-lah yang ada di balik layar Polandia. Dengan kondisi perang, ditambah penguasa diktator ambisius menginvasi dan mempertahankan wilayah maka curiga dan fitnah menjadi hal yang lumrah. Janusz dituduh menjadi mata-mata Nazi dan dihukum di penjara terpencil di Siberia.
Di penjara Janusz bertemu Khabarov, actor yang dipenjara hanya karena terlalu simpatik saat berperan sebagai bangsawan. Dengan kondisi penjara yang tak karuan ditambah kerinduan dan ketakutan sang istri menjadi bulan-bulanan tentara Stalin, Janusz berkeinginan untuk kabur dari penjara. Niat itu didukung Khabarov yang memberi petunjuk Janusz sebaiknya ka Mongolia di selatan melalui Danau Baikal. Sepengetahuan Khabarov, Mongolia aman dari jajahan Stalin. Sejumlah tahanan yang berasal dari berbagai negara dengan karakternya masing-masing sepakat untuk kabur bersama Janusz. Namun Khabarov sebagai pengusul utama tidak ikut karena menurutnya persiapannya tidak memadai. Akan mati konyol katanya kalau kabur tanpa persiapan.
UNTUK film Indonesia bulan ini paling tidak akan ada 6 film baru yang bakal rilis. Sayangnya setengah dari itu lagi-lagi film horror kacrut. Salah satu diantaranya, Suster Keramas 2, ‘berpeluang’ sukses secara komersil karena memasang Sora Aoi (bintang bokep Jepang) sebagai bintang utama. Namun penikmat film tak perlu khawatir karena akan ada 2 film berkualitas hadir April ini, ‘?’ dan 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. ‘?’ merupakan film besutan Hanung Bramantyo yang bercerita tentang toleransi antar umat beragama sementara 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita berisi kumpulan film pendek drama cinta. Film yang disebut terakhir sebenarnya film produksi 2010 dan masuk berbagai nominasi FFI 2010 tapi distribusi waktu itu sebatas di Blitz Megaplex saja. Tahun ini film itu akan didistribusikan secara nasional lewat jaringan 21. Berikut selengkapnya film-film Indonesia yang rilis April 2011: